Di beberapa tahun terakhir ini, teknologi Artificial Intelligence (AI) telah menjadi sebuah game changer dalam sektor keuangan. AI memainkan peran penting dalam fraud prevention di perbankan dengan dengan kemampuannya mendeteksi pola anomali dan indikasi manipulasi melalui analisis data mendalam. Kemajuan teknologi ini hadir sebagai inovasi solutif yang menjawab permasalahan meningkatnya risiko pemalsuan identitas dan penipuan keuangan di era digital.
Tantangan Fraud dan Risiko Keuangan
Perkembangan teknologi digital membuka celah baru bagi praktik penipuan. Kemudahan penggunaannya masih banyak disalahgunakan untuk melakukan rekayasa identitas, pencurian data, dan manipulasi data transaksi. Pemanfaatan teknologi memungkinkan fraud dilakukan secara masif dan cepat, sehingga berdampak pada potensi kerugian finansial yang semakin besar.
Jenis-Jenis Fraud yang Harus Diwaspadai
Fraud menyerang perbankan dalam berbagai cara. Mulai dari pemalsuan identitas hingga manipulasi dokumen pendukung untuk pengajuan kredit. Beragam modus ini menuntut kewaspadaan tinggi serta penguatan sistem deteksi penipuan oleh institusi keuangan.
Penipuan identitas
Penggunaan KTP palsu sering dimanfaatkan untuk membuka rekening baru dan mengajukan permohonan pembiayaan. Terdapat dua modus yang sering ditemukan, yaitu pembuatan data diri palsu atau penggabungan data diri asli dengan data palsu untuk memanipulasi proses verifikasi.
Pemalsuan dokumen keuangan
Jenis penipuan ini meliputi manipulasi rekening koran, slip gaji, atau laporan keuangan untuk memenuhi persyaratan kredit. Data transaksi atau bukti penghasilan diubah untuk meningkatkan peluang persetujuan pembiayaan dan berisiko berakhir gagal bayar.
Pencucian uang
Tindakan money laundering dengan menyamarkan dana ilegal melalui pengajuan kredit. Pelaku membayarkan uang muka dan melunasi angsuran menggunakan dana hasil kejahatan agar sumber dana tersebut tampak berasal dari aktivitas pembiayaan yang sah dan sulit dilacak.
Bagaimana AI Menguatkan Fraud Prevention Strategy
Pemanfaatan AI mendukung mitigasi risiko penipuan melalui pencocokan wajah biometrik, analisis fraud dalam dokumen secara otomatis, dan sistem early warning untuk peringatan tanda mencurigakan. Berikut adalah bagaimana AI meningkatkan fraud prevention di sektor keuangan.
Face-Matching
Verifikasi wajah berbasis AI dengan membandingkan fitur wajah pada foto diri dengan foto yang tercantum pada dokumen identitas resmi seperti KTP. Teknologi ini dapat diterapkan menjadi bagian dari proses KYC/KYB untuk memastikan keaslian identitas calon nasabah.
Document Forensic
Analisa forensik dokumen secara otomatis untuk mendeteksi indikasi pemalsuan pada berbagai dokumen identitas, agunan, dan keuangan. AI melakukan pemeriksaan metadata file, penggunaan font, serta jejak pengeditan digital yang mengindikasikan adanya percobaan pemalsuan dokumen.
Transaction Data Analysis
AI membantu proses penilaian risiko kredit dengan analisa mutasi rekening mendalam secara cepat dan akurat. Deteksi anomali pada pola transaksi seperti lonjakan saldo tidak wajar, transaksi berulang dengan nilai serupa, atau aliran dana yang tidak sejalan dengan profil dan aktivitas keuangan nasabah.
Solusi AI untuk Mitigasi Risiko Fraud di Perbankan
Memperkenalkan AnyCheck. Platform verifikasi dokumen yang didukung dengan teknologi fraud detection. AnyCheck didesain untuk membantu perusahaan perbankan dan layanan jasa keuangan meningkatkan efisiensi dan keandalan analisis risiko pembiayaan dengan solusi verifikasi berbasis AI. Pastikan keabsahan identitas calon nasabah dengan verifikasi KTP dan wajah sekaligus. Selain itu, AnyCheck juga mendukung pemeriksaan kesehatan finansial melalui analisis rekening koran dan laporan keuangan untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat. Seluruh fitur verifikasi dan analisis dilengkapi dengan fraud detection untuk mendeteksi tanda tanda mencurigakan dalam dokumen maupun aktivitas keuangan.